Tidak ada pikiran sama sekali kita untuk singgah ke kampung, suasana saat itu masih dalam keadaan covid 19, sebelum kami memasuki bulan puasa ternyata pemrintah melonggarkan aturan, sesaat kami berfikir gimana kita pulang kampung saja nengok saudara yang disana, dengan perencanaan yang tiba2 akhirnya kami sepakat untuk pulang kampung hanya 3 orang saja. Ternyata pulang kampung dadakan itu tidak semulus yang kami pikir, sejak pertama berangkat kami agak kesulitan membeli bensin karna saat itu pom tutup jam 9 malam, sedangkan kami berangkat jam 10 malam, setelah ketemu pom yang masih buka kami kira aman2 saja, tanpa diduga tutup bensin tidak bisa dibuka disana kami mulai panik tapi tidak menyurutkan kami untuk tetap berangkat, akhirnya bisa diataasi berkat bapake yang sudah berpengalaman dengan mesin mobil.








Sampai di rest area kami mencari tempat untuk istirahat, kami kira yang berangkat pulang kampung tidak terlalu banyak ternyata hampir 5 jam kami terjebak macet di pintu toll cikarang.setelah mendapatkan lahan parkir kami bergegas mencari makan, perut sudah minta jajan, sayang apa yang kami makan dilur ekspetasi kami memesan gop iga ternyata hanya dikasih tulangnya saja tanpa daging sama sekali, memesan ayam opor rasanya ud mau basi, ya sudah lah kami syukuri saja mumpung masih ketemu untuk menganjal perut. Setelah beberapa jam kami putuskan berangkat lagi menuju wonogiri.






Setelah sampai kampung lega rasanya melepas kerinduan yang tahun kemarin tidak bisa pulang kampung, kami sangat bersyukur bisa sampai dengan selamat dan kami juga senang ternyata dikampung masih pada sehat semua tanpa ada kekurangan, kami akhirnya memutuskan pulang setelah menghabiskan kurang lebih 8 jam untuk istirahat dikampung, karna kami takut terjebak macet seperti saat kami berangkat dari jakarta, dan kami juga takut terjadi penutupan wilayah. Inilah kisah kami saat menghadapi suasana yang masih dalam keadaan covid 19, walau tak terlalu lama di kampung kami bersyukur masih diberi kesempatan untuk berkunjung kesini.